MENGAPA Allah SWT Tidak Binasakan Israel yang Keji Menindas Palestina? Ini Kata Ustaz Abdul Somad
TRIBUNSTYLE.COM - Bahas konflik Israel-Palestina, Ustaz Abdul Somad jawab pertanyaan mengapa Allah tak binasakan Israel.
Konflik Israel dan Palestina baru-baru ini kembali memanas.
Seperti diketahui, IDF dan Hamas yang menguasai Gaza saling serang dengan menembakkan senjata.
Hal tersebut merupakan imbas dari ketegangan yang terjadi di Masjid Al Aqsa, Yerusalem Timur beberapa waktu lalu.
Memanasnya konflik Israel dan Palestina sontak mengundang reaksi sejumlah publik figur di Indonesia.
Tak terkecuali ulama kondang, Ustaz Abdul Somad (UAS).
Baru-baru ini melalui unggahannya di Instagram, Ustaz Abdul Somad membahas soal Konflik Israel dan Palestina.
Ia sempat bertanya kepada ulama mengapa Allah SWT tidak membinasakan Israel.

"Israel kenapa tidak dibinasakan sama Allah, kenapa tidak dimatikan Allah?
Menangis Syekh Abdul Karim al-Maqdisi menceritakan ini kepada Syekh Abdul Sattar," ujar Ustaz Abdul Somad, Jumat (14/5/2021).
Saat mengatakan hal tersebut, Ustaz Abdul Somad tak kuasa menahan air matanya.
Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad juga sempat menyinggung soal kaum ad Nabi Nuh yang dibinasakan oleh Allah.
Tak hanya itu saja, kaum tsamud Nabi Saleh juga dibinasakan oleh Allah.
Lantas, mengapa Israel tak dibinasakan oleh Allah?
"Aku sekarang ceritakan itu kepada kalian dengan berlinang air mata. Kenapa (Israel) tidak dibinasakan oleh Allah?" kata Ustaz Abdul Somad.
"Kaum Ad mati hancur, kaum tsamud mati. Kenapa terlaknat ini (Israel) masih hidup?" imbuhnya.
Hal itu rupanya juga pernah ia tanyakan kepada gurunya, Syekh Muhammad Jibril.
Ustaz Abdul Somad pun menjawab pertanyaan mengapa Israel tidak dibinasakan oleh Allah.
"Pertanyaan ini pernah kutanyakan pada guruku di Al Azhar.
Syekh Muhammad Jibril kenapa Allah tidak binasakan Israel? Kenapa Allah tidak binasakan Israel di Palestina?" kata Ustaz Abdul Somad.
"Kalau Allah membinasakan Israel, lalu kau masuk surga pakai apa? Allah biarkan mereka hidup supaya kau berjihad di jalan Allah," sambungnya.
Di akhir video, Ustaz Abdul Somad mengingatkan umat Muslim untuk belajar setinggi mungkin agar bisa menolong warga Palestina.
"Belajar engkau serius sampai doktor, sampai profesor lalu dengan uangmu, hartamu dengan ilmumu kau akan menolong saudaramu," ungkap Ustaz Abdul Somad.
Ketegangan antara Israel dan Palestina meningkat justru di hari-hari terakhir bulan Ramadhan, jelang Idul Fitri 2021.
Israel menembakkan roket ke arah pemukiman penduduk di Palestina hingga membuat beberapa orang meninggal dunia.
Satu video memilukan yang banyak beredar di media sosial adalah tangis pilu seorang bocah lelaki yang kehilangan ayahnya dalam peristiwa itu.
Dari foto yang diambil fotografer Al Jazeera, Hosam Salem, bocah itu ternyata anak dari Saber Suleiman (39) dikutip dari artikel Tribun Solo berjudul 'Video Pilu Bocah Palestina Histeris, Ayah Tewas karena Roket Israel : Ayah, Biar Aku Saja yang Mati!'.

Saber, seorang warga Gaza, meninggal dunia terkena ledakan roket Israel.
Tak dijelaskan secara rinci oleh Al Jazeera bagaimana Saber Suleiman meninggal.
Tapi, dijelaskan Saber meninggal bersama anaknya yang lain, Mohammed di Gaza.
Baca juga: Buntut Penyerangan di Palestina, Melly Goeslaw Khawatir Anak-anak Gaza: Mereka Masih Hidupkah?
Satu anak Saber yang meninggal, berusia 16 tahun.
Anak Saber yang lebih kecil, memakai kaus berwarna biru gelap, histeris di pemakaman ayahnya itu.
Ia berlari dan terus menerus berteriak : "Ayah ! Ayah! Selamat jalan Ayah! Mengapa kau meninggalkan kami?,"
Sejumlah pria kewalahan menenangkan anak Saber itu.
Ia tenang setelah seorang pengangkat jenazah mengatakan : "Sini, sini, bawa jenazah dua bersama kami,"
Di pemakaman, ia kembali histeris.
"Ayah! Aku cinta kamu, wahai kekasihku!,"
"Aku berharap aku saja yang mati daripada kau!," kata bocah itu sambil menengadahkan tangan ke langit.
Serangan Israel ke Palestina masih terus berlanjut jelang Hari besar umat Muslim, Idul Fitri.
Media Al Jazeera per Rabu (12/5/2021) melansir, setidaknya 26 orang, termasuk 9 anak-
Roket Israel tidak hanya menyasar Hamas (pasukan lawan militer Israel), tapi juga bangunan perumahan publik.
Sebuah bangunan pemukiman 13 lantai di kawasan Rimal, Gaza dibom, sehingga 3 warga Palestina tewas.
Video juga menunjukkan warga berlarian dari pemukiman al-Jundi dalam kondisi panik, sementara anak-anak menangis dan dalam kondisi berlumur debu puing.
Sejauh ini, diyakini Israel telah menembakkan 130 roket ke Gaza, tempat dari sekitar 2 juta warga Palestina bermukim.
Sementara, diperkirakan Israel telah membunuh 15 anggota Hamas dan sejumlah anggota pasukan paramiliter anti-Israel.
Bom Jelang Buka Puasa
Muhammad al-Masri (22 tahun) adalah salah satu dari warga Palestina yang terluka karena gempuran Israel.
Pria muda itu berada di depan rumahnya pada Senin malam waktu setempat (10/5/2021), tepat sebelum berbuka puasa Ramadhan.
"Saya mendengar suara bom datang ke arah kami di perbatasan," ujar al-Masri seperti yang dilansir dari The Guardian pada Selasa (11/5/2021).
Seketika itu ia berlari, tapi terlambat.
Sebuah ledakan telah menghantam tubuhnya, lengan kanannya patah.
"Ada pecahan peluru di mata kanan saya. Saya tidak bisa melihatnya," ungkap al-Masri.
Segera ia dilarikan ke rumah sakit Shifa.
Selama 24 jam ia telah melalui operasi dan selebihnya hanya bisa berbaring lemah.
Namun, ia memikirkan saudara laki-lakinya, saudara perempuan, dan sepupunya yang juga terluka karena serangan Israel tersebut.
Terakhir yang ia tahu, mereka berada di mobil yang sama saat dilarikan ke rumah sakit.
Saat wawancara dengan media berlangsung, al-Masri tidak mengetahui kondisi keluarganya setelah itu.
Al-Masri tinggal di Beit Hanoun, dekat perbatasan Israel
